Minggu, 15 Februari 2009

Analisa Cara Kerja Kafein

(Created By Ns. Pius A. L. Berek)
Banyak orang yang mengkonsumsi kafein dalam berbagai bentuk yang berbeda-beda setiap harinya. Kafein bisa ada dalam kopi, teh, kola, coklat, dll.
Apakah anda pernah merasa heran mengapa kafein begitu populer? Apa yang menyebabkan racun ini bisa menjadi begitu terkenal? Pada artikel ini, anda akan mempelajari perihal kafein.
Apa itu Kafein?Kafein secara medisnya dikenal sebagai trimetilxantin, dan sebuah formula kimia C8H10N4O2. Ketika terisolasi dalam bentuk murninya, kafein adalah sebuah bubuk kristal berwarna putih yang sangat pahit. Secara medis kafein digunakan sebagai sebuah perangsang jantung dan juga digunakan untuk meningkatkan produksi urin. Selain itu, kafein juga digunakan untuk menghasilkan tambahan energi dan digunakan agar bisa terjaga dari tidur lebih lama (para siswa dan sopir menggunakannya untuk terjaga dari tidurnya). Banyak orang merasa bahwa mereka tidak bisa bekerja di pagi hari tanpa secangkir kopi untuk mendapatkan kafein dan memberikan tambahan energi untuk mereka.
Kafein adalah sebuah candu. Kafein beroperasi dengan menggunakan mekanisme yang sama dengan amphetamine, kokain, dan heroin yang digunakan untuk merangsang otak. Pengaruh kafein lebih ringan dibandingkan dengan amphetamine, kokain, dan heroin akan tetapi kafein bisa memanipulasi saluran yang sama seperti yang digunakan ketiga obat tersebut. Selain itu, kafein membuat anda ketagihan untuk mengkonsumsi kafein. Jika anda merasa tidak bisa bekerja tanpa kafein dan mengkonsumsinya setiap hari, maka anda sudah ketagihan kafein.
Kafein dalam DietKafein berada di dalam banyak tanaman, termasuk kopi, daun teh, dan biji coklat. Kafein juga ditemukan pada beberapa produk makanan. Seringkali kafein ditambahkan secara buatan pada berbagai macam makanan. Berikut ini adalah sumber-sumber kafein yang biasa kita konsumsi:
Secangkir kopi berisi 100 mg kafein. Jika anda meminum kopi dari kedai kopi atau meminumnya seukuran mug atau secangkir gelas besar, maka anda mengkonsumsi kafein sekitar 200, 250, atau 320 mg.
Teh biasa berisi 70 mg.
Kola (coca cola, pepsi, dll) berisi 100 mg tiap kaleng.
Susu coklat berisi 6 mg per ons.
Dengan melihat jumlah kafein pada kopi, teh, dan kola anda bisa lihat bahwa orang yang memiliki kebiasaan minum kopi di pagi hari mengkonsumsi 300 mg kafein tiap harinya. Jika anda duduk dan menghitung berapa konsumsi kafein yang anda lakukan setiap harinya, mungkin anda akan terkejut. Banyak orang yang mengkonsumsi satu gram atau lebih tiap harinya dan mereka tidak menyadarinya sama sekali.
Kafein dan AdenosinMengapa banyak orang mengkonsumsi kafein? Mengapa kafein membuat anda terjaga dari tidur? Dengan memahami aksi racun di dalam tubuh anda bisa melihat mengapa orang banyak menggunakan kafein.
Adenosin bekerja sewaktu anda sedang tidur. Zat ini di buat di otak, adenosin terikat pada reseptor adenosin. Pengikatan adenosin ini menyebabkan gejala yang memperlambat aktifitas sel saraf. Di dalam otak, pengikatan adenosin menyebabkan pembuluh darah melebar (mungkin untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak sewaktu tidur).
Pada sel saraf, kafein terlihat seperti adenosin. Kafein kemudian terikat pada reseptor adenosin. namun, kafein tidak memperlambat aktifitas sel seperti yang dilakukan adenosin. Sehingga sel tidak bisa “melihat” adenosin lagi karena kafein mengambil alih semua reseptor adenosin. Jadi hal ini menyebabkan sel-sel bergerak dengan cepat. Anda bisa lihat bahwa kafein juga menyebabkan pembuluh darah ke otak mengerut karena kafein menahan kemampuan adenosin untuk membuka pembuluh darah ini. Efek ini jugalah mengapa obat-obatan sakit kepala memiliki kandungan kafein (jika anda sakit kepala, maka kafein akan mengecilkan saluran pembuluh darah dan menyembuhkan sakit kepala anda).
Jadi sekarang anda telah meningkatkan tembakan neuron ke dalam otak. Kelenjar pituitari (kelenjar yang terletak di bawah otak) melihat semua aktifitas ini dan berpikir untuk melakukan pertolongan darurat, sehingga kelenjar ini melepaskan hormon-hormon yang memberitahukan kelenjar adrenal agar memproduksi adrenalin (epineprin). Hormon ini berpengaru pada tubuh anda, seperti:
Pupil anda membesar
Tabung pernapasan anda terbuka lebar (inilah mengapa orang yang menderita penyakit asma kadang-kadang dimasukkan epinephrin)
Jantung anda berdetak lebih kencang
Pembuluh darah di permukaan mengkerut sehingga aliran darah yang keluar akibat sayatan melambat dan juga meningkatkan aliran darah ke otot. Tekanan darah meningkat.
Aliran darah ke perut melambat
Hati melepaskan gula ke dalam aliran darah sebagai tambahan energi
Otot mengeras, siap untuk beraksi.
Hal ini menjelaskan mengapa setelah anda mengkonsumsi secangkir besar kopi, tangan anda menjadi dingin, otot anda mengeras, anda merasa bergairah, dan anda bisa merasakan jantung anda berdetak lebih kencang.
Kafein dan DopaminKafein juga meningkatkan tingkatan dopamin sama seperti yang dilakukan amphetamin (heroin dan kokain juga memanipulasi tingkat dopamin dengan memperlambat tingkat pengambilan kembali dopamin). Dopamin adalah sebuah neurotransmitter, yang terdapat pada beberapa bagian otak, yang mengaktifkan saraf pusat. Pengaruh kafein jauh lebih kecil daripada yang dilakukan heroin, tetapi dengan mekanisme yang sama. Di duga bahwa hubungan dopamin berkontribusi besar pada proses kecanduan kafein.
Jadi seperti yang anda lihat mengapa tubuh anda memerlukan kafein untuk waktu yang singkat, apalagi jika anda kurang tidur dan masih harus beraktifitas. Kafein menahan penangkapan adenosin sehingga anda selalu terjaga. Kafein memasukkan adrenalin ke dalam sistem tubuh anda untuk memberikan energi. Dan kafein memanipulasi produksi dopamin untuk membuat anda merasa baik-baik saja.
Masalah yang ditimbulkan kafein adalah pengaruh jangka panjangnya. Sebagai contoh, sekali adrenalin terlepas, wajah anda akan terlihat lelah dan depresi. Jadi apa yang anda lakukan? Anda mengambil lebih banyak kafein untuk mendapatkan adrenalin kembali. Seperti yang anda bayangkan, membuat tubuh anda merasa dalam keadaan darurat setiap hari tidaklah begitu menyehatkan, dan hal ini juga menyebabkan anda gugup dan mudah marah.
Hal terpenting dalam masalah jangka panjang adalah pengaruh kafein pada waktu tidur kita. Penangkapan adenosin sangat penting untuk tidur, dan untuk mencapai tidur yang nyenyak. Setengah hidup kafein pada tubuh anda adalah sekitar 6 jam. Artinya jika anda mengkonsumsi secangkir besar kopi dengan 200 mg kafein pada jam 3 malam, maka pada pukul 9 pagi sekitar 100 mg kafein masih berada di dalam sistem tubuh anda. Anda mungkin mampu untuk tertidur, akan tetapi tubuh anda mungkin akan kehilangan tidur nyenyak. Lalu setelah itu, ketika lain kali anda merasa kurang enak badan sewaktu terbangun dari tidur, anda langsung ingin mengkonsumsi kafein setiap kali anda terbangun. Siklus ini berlanjut setiap harinya.
Sekali anda masuk ke dalam siklus itu, anda harus terus mengkonsumsi racun ini. Bahkan, jika anda mencoba untuk berhenti mengkonsumsi kafein, maka anda akan merasa lelah dan depresi dan anda akan mendapatkan masalah sakit kepala karena pembuluh darah menuju ke otak membesar. Pengaruh negatif ini membuat anda ingin mengkonsumsi kafein kembali bahkan jika anda ingin berhenti.

Ns। Pius A. L. Berek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar